indonesia adalah surga-nya para perokok

Indonesia Pasti Jaya
 Indonesia adalah surga bagi para perokok. Satu-satunya Negara di Asia Tenggara yang tidak menandatangani kesepakatan WHO untuk menghentikan kebiasaan merokok adalah Indonesia.
Alasannya ? Industri tembakau lokal menyediakan ratusan ribu lapangan kerja dan pajak dari rokok menyumbang 10 – 30 % pendapatan pemerintah.
Ada fakta menarik tentang perilaku merokok masyarakat kelas bawah kita. Berdasarkan survey Lembaga Demografi FE UI, satu ari dua rumah tangga miskin mengalokasikan 20 % pendapatannya untuk merokok. Hasil penelitian lain menyebutkan dalam sebulan orang miskin Indonesia membelajakan uang untuk rokok Rp. 117.000,0. Angka ini lebih besar dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang Cuma sebesar Rp. 100 ribu per bulan. Pengeluaran untuk rokok menduduki prioritas kedua setelah membeli beras. Diduga, BLT yang diterima separuhnya malah digunakan untuk membeli rokok, bukan untuk biaya kesehatan, pendidikan dan lainnya.
Survei juga menunjukkan, pengeluaran orang miskin untuk rokok 17 kali dibandingkan membeli daging, 15 kali dibandingkan pengeluaran kesehatan dan 9 kali disbanding pengeluaran pendidikan. Itulah mungkin sebabnya orang miskin susah membiayai pendidikand an tidak bisa menyantap makanan bergizi gara-gara membeli rokok. Tak hanya menggerogoti paru-paru, rokok juga ternyata membuat orang miskin di Indonesia semakin miskin. Bayangkan, penduduk miskin Indonesia rela menahan lapar demi rokok.
Penelitian dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menyebutkan, 40 % perokok di Indonesia berasal dari kelompok berpenghasilan kecil.... Lihat Selengkapnya
Fakta-fakta mengerikan ini tidak terlepas dari sangat murahnya harga rokok di Indonesia disbanding Negara-negara lain di dunia, sehingga bahkan kelas masyarakat miskin pun bisa membelinya. Hanya dengan 10 ribu rupiah saja, orang Indonesia bisa mendapatkan sebungkus rokok, bahkan bisa membelinya secara batangan dengan harga yang lebih murah.
Selain menggerogoti dompet orang miskin, rokok juga penyebab kematian nomor tiga di Indonesia. Yayasan Kanker Indonesia mencatat saat ini kanker paru-paru menduduki urutan ketiga setelah kanker serviks dan kanker payudara. Padahal dulu kanker paru-paru menduduki posisi kelima. Diketahui pula Sembilan dari 10 dari pengidap kanker paru-paru adalah perokok, dan enam orang diantaranya adalah kalangan tidak berpunya. Jadi lengkap sudah segala keterpurukan itu.
SUDAH MISKIN, TAK SEHAT MENGIDAP KANKER PULA.. kasihan deh lo
Perlu usaha keras dari berbagai pihak untuk mengentaskan persoalan ini. Pemerintah harus membuat aturan ketat tentang rokok. Membebani industry rokok dengan pajak tinggi, tetap bukan solusi utama. Melarang orang merokok di tempat umum, ternyata juga belum ampuh untuk menurunkan jumlah perokok. Diperlukan regulasi yang ketat agar perokok baru tidak bertambah. Selain itu, tentu saja diperlukan KEKUATAN CINTA antara sesama, terutama dari anggota keluarga untuk saling mengingatkan bahwa rokok tidak hanya membahayakan kesehatan, tapi juga MEMPERTEBAL KEMISKINAN.

from: http://id-id.facebook.com/notes/al-muayyad-mangkuyudan/indonesia-adalah-surga/

Previous
Next Post »

->> Untuk melakukan komentar silahkan masuk ke akun e-mail Google/akun Google anda terlebih dahulu >> (https://mail.google.com/)
->> Berkomentarlah dengan baik dan sopan.
->> Silahkan bertanya bila ada yang ingin di tanyakan.
->> Fitur-->> ConversionConversion EmoticonEmoticon